Orang Pintar VS Orang Bodoh dalam Berwirausaha

Assalamualaikum wr wb, alhamdulillah sobat, kali ini kita masih diberikan kesempatan untuk berjumpa, apa kabarnya sobat ?? smoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat ya. nah kali ini ane ingin berbagi cerita singkat, mengenai cara pandang org yang PINTAR dengan orang yang BODOH, dalam berwirausaha. ini cukup bagus menurut ane, buat yg mau berwirausaha, ini ada sedikit motivasi.. kaya ane yg juga sedang merintis usaha bersama kawan kawan.. :) do'akan ya smoga bisa suksess dan berkembang usaha kami.. aminn.. nah kembali kepada artikel atau tema, ternyata dalam cara pandang di kedua belah pihak ini mreka justru terbalik, dalam berwirausaha orang yg cenderung / dikatakan BODOH, malah mempunyai peluang besar dalam meraih kesuksesan dalam berbisnis, dan orang yg PINTAR, malah cenderung mengalami kegagalan, mengapa demikian ?? langsung aja simak nihh..

Terlalu Banyak Ide : Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin terlalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.
Miskin Keberanian untuk memulai : Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya,orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.
Telalu Pandai Menganalisis : Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.
Ingin Cepat Sukses : Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya,orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelummendapatkan hasil.
Tidak Berani Mimpi Besar : Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli denganlogika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.
Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi ?? : Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.
Berpikir Negatif Sebelum Memulai : Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang”bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.
Maunya Dikerjakan Sendiri : Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.
Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan : Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang”bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.
Tidak Fokus : Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidakpunya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.
Tidak Peduli Konsumen : Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.
Abaikan Kualitas : Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.
Tidak Tuntas : Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis kebisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.
Tidak Tahu Pioritas : Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas!
Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas : Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas , menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas…
Mencampur-adukan Keuangan : Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampur-adukan keuangan pribadi dan perusahaan.
Mudah Menyerah : Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.
Melupakan ALLAH (Tuhan) : Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.
Melupakan Keluarga : Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga.
Berperilaku Buruk : Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

nah nampak jelas sekali bukan, perbedaannya, kini mari kita ikuti langkah langkah org BODOH diatas, tapi bukan berarti kita harus menjadi org bodoh dulu, tentu tidak, hanya langkah - langkahnya saja yg patut kita tiru dalam berwirausaha.. hmmm mungkin cukup sekian posting kali ini kita berjumpa lagi pada postingan berikutnya, jngn lupa komentarnya ya sobat.. thanks for visit my blog.

0 KOMENTAR